Inovasi Lidi Sawit di Alue Badee: UMKM Lokal Berkembang, Mahasiswa KPM Saksikan Proses Produksi
Aceh Utara – Masyarakat Gampong Alue Badee, Kecamatan Simpang Keramat, berhasil mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi produk lidi bernilai ekonomis. Limbah pelepah sawit yang sebelumnya dibiarkan membusuk di kebun, kini menjadi sumber penghasilan bagi warga.
Kegiatan pengolahan ini dilakukan oleh kelompok ibu-ibu rumah tangga dengan memanfaatkan pelepah sawit yang melimpah di sekitar desa. Pemanfaatan pelepah sawit dinilai lebih menguntungkan karena lidi sawit dikenal lebih kuat dan lentur dibandingkan lidi dari pelepah kelapa, sehingga kualitasnya lebih diminati untuk berbagai kebutuhan industri rumah tangga.
Pengolahan dilakukan secara manual mulai dari mengumpulkan pelepah hasil pangkasan, memisahkan lidi dari daun, menjemur hingga kering sempurna, kemudian mengikatnya menjadi satu sebelum dijual sebagai bahan baku.
Salah satu pelaku usaha, Bu Halimah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi ekonomi keluarganya. “Saya hanya menjual lidi keringnya saja, bukan sapu. Biasanya saya menjual dengan harga sekitar Rp3.500 hingga Rp5.000 per kilogram. Alhamdulillah, hasilnya cukup membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Saat ini, pemasaran lidi kering dari Gampong Alue Badee masih pada lingkup lokal, khususnya wilayah Simpang Keramat dan sekitarnya. Meski belum menembus pasar luar daerah, masyarakat tetap optimis usaha ini dapat berkembang lebih besar ke depannya.
Kegiatan ini juga turut disaksikan oleh mahasiswa KPM UIN Suna Kelompok 8, yang berkunjung langsung ke lokasi. Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa melihat proses produksi dari dekat dan ikut membantu pada tahap sederhana, yakni memisahkan daun dari lidinya. Kehadiran mereka disambut baik oleh warga karena dianggap memberi perhatian pada UMKM lokal.
Program pemanfaatan limbah sawit ini menjadi bukti bahwa potensi desa dapat berkembang melalui kolaborasi, inovasi sederhana, serta pemanfaatan sumber daya yang seringkali terabaikan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada kebersihan lingkungan sekitar.